Rabu, 25 Maret 2009

SELURUH AL-KITAB ADALAH FIRMAN ALLAH?

SELURUH AL-KITAB ADALAH FIRMAN ALLAH?

Umat Islam sangat mempercayai adanya kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an diturunkan oleh Allah terhadap nabi Muhammad untuk dIsampaikan kepada kaum yang menjadi objek rIsalah mereka. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

Artinya: Sesungguhnya kami Telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), (Al-Maidah :44).

Artinya: Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. dan Sesungguhnya Telah kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada Daud.(Al-Israa’ :55).

Artinya: dan kami Telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), (Al-Maidah :46).

Pada mulanya memang Taurad, Zabur, dan Injil adalah wahyu Allah kepada nabi Musa, Daud, dan nabi Isa. Maka dalam ayat-ayat diatas Al-Qur’an mengakui kebenaran dan mengatakan bahwa kitab Taurad, Zabur, dan Injil yang asli itu terdapat petunjuk, cahaya dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

Karena berlalunya zaman demi zaman, kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah tersebut tidak luput dari penambahan dan pengurangan serta pemanipulasian terhadap isi oleh tangan manusia karena tujuan-tujuan tertentu. Oleh karenanya Taurad, Zabur, dan Injil yang beredar dikalangan masyarakat orang-orang Kristen sekarang sudah tidak lagi murni sebagaimana pada awal mula diturunkan. Didalamnya juga terdapat kIsah-kIsah yang merendahkan martabat dari seorang nabi yang mustahil berasal dari Allah.

Dengan demikian, maka Al-Kitab (Bibel) tidak dapat dikatakan sebagai firman Allah seratus persen juga tidak dapat dikatakan sebagai kitab palsu buatan manusia seratus persen, disebabkan didalamnya bercampur aduk antara firman Tuhan dan yang tidak.

Kita harus mengakui terhadap kalangan misionaris tertentu yang sekarang mengarahkan uraian mereka tentang Al-Qur’an bukan hanya kepada orang Kristen saja. Tetapi juga kepada orang Islam. Mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an telah menuduh orang Kristen mengubah kitab Taurad, Injil, Zabur, dan kitab para nabi lainnya. Karena Al-Qur’an juga menjelaskan kepada kita bahwa ahli kitab melakukan perubahan-perubahan sekaligus mencela tindakan mereka. ALLAH berfirman:

Artinya: Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (Al-Baqarah :75)

Artinya: Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya (An-NIsaa’ :75)

G. Miller dalam bukunya Bibel Menurut Mantan Kristen pada halaman 40-44 menguraikan empat alasan mengenai ketidak mungkinan seluruh Al-Kitab adalah firman Allah:

Pertama: tidak adanya petunjuk bahwa Al-Kitab menamakan dirinya dengan nama tersebut.

Kedua: geraja fundamentalis mengatakan bahwa didalam manuskrip asli Al-Kitab terbebas dari kesalahan. Jika semua kontradiksi yang ada didalam Al-Kitab bIsa dihilangkan dengan menganggap sebagai sebuah kesalahan, maka pertanyaannya adalah mengapa mereka mentolerirnya?. Dengan mengambil sikap seperti itu, berarti mereka mengakui berbagai kesalahan yang ada dalam Al-Kitab.

Ketiga: banyaknya kesalahan dalam Al-Kitab. MIsalnya ketidaksamaan angka antara yang disebutkan dalam Ezra 2:5 dengan angka yang disebutkan dalam Nehemia 7:10.

Keempat: ide tentang adanya “wahyu secara total” tidaklah logis karena hal itu tidak diakui bahkan ditolak. Terbukti dalam I Korintus 7:25 penulis secara khusus mengatakan bahwa ia berniat membuat perkataan yang tidak berasal dari Tuhan.

Didalam membuktikan ayat-ayat palsu, Sanihu Munir dalam bukunya Islam Meluruskan Kristen menghadirkan beberapa ahli pakar Kristen. Namun disini kami merasa cukup untuk menyebutkan satu ahli saja. Saksi tersebut adalah Hugh J. Scounfield, ia mengatakan; ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai pamungkas dari Injil Matius. Dengan demikian ayat-ayat yang selanjutnya (Matius 28;16-20)43) dari kandungan isinya nampak sebagai ayat-ayat yang baru ditambahkan.

Ini bukanlah sebuah ketegasan sikap dari kami terhadap Al-Kitab, karena ini bukanlah serangan kami terhadap Al-Kitab, melainkan serangan terhadap sikap yang tidak benar terhadap Al-Kitab sebagaimana ditunjukkan oleh sebagian orang.



43) ayat-ayat tersebut selain dijadikan pijakan bahwa didalam Al-Kitab ada doktrin Trinitas, juga digunakan atas hak mereka dalam mengajarkan Injil dan untuk mengkristen seluruh umat manusia. Karena tanpa adanya tambahan ayat-ayat tersebut Gereja tidak mempunyai otoritas untuk mengkristenkan dunia, sebab Yesus sendiri hanya diutus pada bani Israil saja (Matius 1:210) sebagaimana Yesus mengutus murid-muridnya bukan kepada seluruh dunia melainkan juga hanya kepada bani Israil (Matius 10:5-6).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar